tak ada judul
Jumat, 24 Februari 2012
Bangunan Indah di Spanyol
Old Town of Ávila

Ávila dikenal di abad pertengahan sekitar tahun 1090 dengan julukan
kota bertembok raksasa. Bahan utamanya adalah granit coklat, kontruksi
bangunannya terdiri dari delapan puluh delapan menara dan sembilan
gateway. Penampilan luar bangunan ini adalah sebuah benteng, diperkuat
dengan dinding dan dua menara padat. Didalamnya banyak berisi
patung-patung dan lukisan yang menarik.
Alhambra

Istana peninggalan Bani Ummayah saat Spanyol masih dikenal sebagai
Andalusia ini terletak di bukit La Sabica. Istilah Alhambra diambil dari
bahasa Arab berarti Istana Merah, dikarenakan hampir di seluruh bagian
bangunan yang didirikan oleh Sultan Muhammad bin Ahmar, raja bangsa Moor
yang berasal dari Afrika Utara ini berwarna merah. Yang khas dari
bangunan ini adalah pahatan ornament huruf Arab yang mewarnai di
berbagai dinding dalam, bertuliskan "Laa ghaliba illalah" (tiada
kejayaan selain Allah).
Tenerife Concert Hall

Sesuai dengan namanya, maka bangunan ini berfungsi untuk memamerkan
aneka karya seni dan budaya. Terletak di Kepulauan Canary kota Tenerife,
bangunan berupa auditorium ini terlihat sangat unik dengan bentuk
menyerupai sebuah keong raksana. Tenerife Concert Hall mirip dengan
Keong Emas yang ada di Taman Mini Indonesia Indah
Torre del Oro
Torre del Oro atau biasa disebut Gold Tower, adalah menara intai
Militer yang ada pada sebuah benteng pertahanan yang menghubungkan
Alcazares dan dermaga yang letaknya sangat strategis. Pertama dibangun
oleh Gubernur Abul-Ula pada tahun 1220-1221 letaknya di tepian sungai
Gualdarquivir yang ada di kota Sevilla. Nama Torre del Oro berasal dari
keberadaan lantai yang dulunya terbuat dari emas. Saat ini Torre del Oro
dimanfaatkan sebagai museum Maritim dan menjadi salah satu landmark
kota Sevilla.
Mezquita

Biasa disebut sebagai mesjid-katedral (Cordoba) awalnya adalah tempat
pemujaan Pagan yang diambil alih oleh gereja Kristen Visigothic dengan
menambahkan katedral Gothic ke tengah-tengah bangunan, sehingga terlihat
seperti ada gereja didalam masjid. Kemudian saat bangsa Moors (Umayyad)
menduduki Andalusia, bangunan ini diubah menjadi Masjid. Namun Saat ini
seluruh bangunan masjid sudah digunakan untuk Katedral Keuskupan
Córdoba. Masjid Mezquita menjadi salah satu Warisan Dunia PBB dan
disebut-sebut sebagai salah satu Masjid yang tercantik dan terbesar di
dunia.
Giralda

Giralda menjadi symbol paling terkenal di Sevilla ini juga dikarenakan
ukurannya yang sangat besar dengan luas 13,61 meter persegi dan tinggi
42 meter. Giralda merupakan elemen masjid berupa menara masjid awalnya
adalah Cathedral of Seville. Di Cathedral of Seville inilah terletak
makam Columbus. Columbus dimakamkan di Spanyol karena meninggal di salah
satu wilayah Negeri Matador itu yakni Valladolid pada20 Mei 1506
Reales Alcazarez
Adalah sebuah istana dibentengi konstruksi kokoh yang dibangun pada
masa pemerintah oleh Abd Al Ramn III di tahun 913. Yang khas dari
bangunan ini adalah kamar-kamar yang banyak, teras dan ruang bervariasi
dengan gaya Islam Neoklasik. Terdapat juga Salon de los Embajadores
(Ruang Duta), yaitu kubah yang dihiasi dengan patung kayu cedar bersepuh
emas juga Arcos de Herradura (Sepatu Kuda) ialah ubin berplester yang
memiliki tiga busur semetrical masing-masing tiga sepatu kuda.
Sumber : http://carapedia.com/bangunan_indah_spanyol_info469.html
Sabtu, 18 Februari 2012
Keindahan Laut Bunaken
Pulau yang terletak di barat laut kota Manado ini, memiliki keaneka
ragaman kehidupan yang sangat besar, karena pulau-pulau ini merupakan
tempat dimana plankton-plankton yang merupakan makanan semua mahluk
hidup biota laut naik ke permukaan. Karena banyaknya jumlah plankton
yang naik ke atas permukaan laut, banyak biota laut yang memilih tempat
ini sebagai rumahnya. Snorkler dan diver bisa melihat 70%-80% jenis
biota laut yang ada di dunia, tujuh dari delapan spesies dari kerang
raksasa dapat di ketemukan di Bunaken.
Keindahan terumbu karang di Pulau Bunaken juga masih sangat bagus. Mereka tidak mengalami proses pemutihan atau coral bleaching, efek dari badai el-nino sehingga warna dan keindahannya tetap terjaga. Selain faktor alam, kondisi karang Bunaken juga di jaga oleh warga-warga sekitar yang berpatroli tanpa kenal lelah untuk menjaga keutuhan taman laut ini. Mereka menyadari, tanpa karang laut yang sehat maka mereka akan kehilangan mata pencaharian yang baik. Kesuksesan taman laut Bunaken sekarang di ikuti oleh semua taman laut yang bermunculan di Indonesia.
Keindahan terumbu karang di Pulau Bunaken juga masih sangat bagus. Mereka tidak mengalami proses pemutihan atau coral bleaching, efek dari badai el-nino sehingga warna dan keindahannya tetap terjaga. Selain faktor alam, kondisi karang Bunaken juga di jaga oleh warga-warga sekitar yang berpatroli tanpa kenal lelah untuk menjaga keutuhan taman laut ini. Mereka menyadari, tanpa karang laut yang sehat maka mereka akan kehilangan mata pencaharian yang baik. Kesuksesan taman laut Bunaken sekarang di ikuti oleh semua taman laut yang bermunculan di Indonesia.
Siput Laut atau yang biasa di sebut
Nudibranch: Siput laut sangat mudah di ketemukan di Bunaken. Tidak
seperti saudaranya yang di darat, siput laut tidak mempunyain cangkang
yang keras tapi sangat beragam warnanya dapat juga di ketemukan di
Bunaken.
Sebagai tambahan, Bunaken
merupakan tempat konservasi alam yang sukses, hal ini menyebabkan
banyak sekali kura-kura yang dapat mencapai umur 80 tahun sehingga
turis dapat melihat banyak sekali kura-kura sebesar meja tulis.
Keindahan Laut Banda
Lokasi taman laut Banda terletak di antara Pulau Neira, Pulau Gunung
Api, Pulau Ai, Pulau Sjahrir dan Pulau Hatta. Tepatnya terletak di
Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku Tengah. Untuk menuju lokasi
dapat ditempuh dengan menumpang kapal feri dari kota Ambon selama satu
malam.Taman laut Banda memiliki 350 spesies biota laut, termasuk berbagai
jenis kerang purba yang saat ini hampir punah. Keindahan taman laut yang
di dalamnya terdapat berbagai macam ikan, akan semakin memanjakan para
penyelam.
Karena keindahan karang dan biota lautnya, laut Banda pada tiga tahun
lalu dipilih menjadi Kawasan Warisan Dunia untuk surga bawah laut di
Indonesia, mengalahkan taman laut di kepulauan Raja Ampat (Papua Barat),
Bunaken (Sulawesi Utara), Wakatobe (Sulawesi Tenggara) dan Berau
(Kalimantan Timur).
Sensasi Bawah Laut Banda
Kepulauan Banda bukan saja dikenal
memiliki kota tua abad XVIII dan XIX yang masih terawat baik serta
banyak peninggalan sejarah seperti benteng kolonial dan rumah pejuang
Indonesia yang pernah dibuang ke daerah itu seperti Mohammad Hatta dan
Sutan Sjahril, tetapi Banda juga dikenal sebagai tempat yang memiliki
banyak obyek wisata bawah laut yang menakjubkan. Bukan saja di
Indonesia, tetapi juga dunia internasional.
Kepulauan yang berada di tengah-tengah
luasnya laut terdalam di Indonesia itu tak lagi asing bagi penggemar
wisata bahari, terutama mereka yang hobi diving dan snorkeling. Daya
tarik utama kepulauan ini adalah keindahan taman laut beserta
keanekaragaman fauna dan flora yang hidup didalamnya.
Kepulauan Banda berada di tepian palung
paling dalam di Indonesia yakni laut Banda. Di sekitar pulau Manuk
misalnya, kedalaman airnya mencapai 6.500 meter. Panorama taman laut
di kawasan ini tak usah diragukan lagi keindahannya. Hampir setiap
pulau di gugusan kepulauan Banda dikelilingi taman laut yang kaya dengan
koral warna-warni dan beragam jenis ikan seperti di sekitar pulau
Naira, pulau Gunung Api, pulau Lonthor, pulau Ai, pulau Sjahrir dan
pulau Hatta.
Sejarah Indonesia
Kepulauan Indonesia terbentang lebih dari 3000 mil dari timur ke barat
dan merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia. Laut merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari sejarah Indonesia. Tidak heran, perahu
menjadi metafora yang digemari dalam tradisi baca tulis di Indonesia,
termasuk keseniannya. Kepulauan Indonesia terbentang lebih dari 3000
mil dari timur ke barat dan merupakan Negara kepulauan terbesar di
dunia.
Laut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Indonesia. Tdak heran, perahu menjadi metafora yang digemari dalam tradisi baca tulis di Indonesia, termasuk keseniannya. Angin musim, bertiup dari utara ke selatan khatulistiwa, telah memfasilitasi komunikasi di dalam negeri antar pulau dan dengan seluruh daerah maritim Asia. Sedangkan hujan yang hangat memberikan gizi yang cukup untuk kekayaan vegetasi.
Pada zaman dahulu, kayu dan rempah-rempah Jawa serta daerah kepulauan sebelah timur sangat terkenal di mancanegara. Juga hasil resin dari hutan khatulistiwa yang basah di pulau-pulau barat Sumatera dan Kalimantan. Tidak lama setelah permulaan era Kristen, barang sudah dikirim ke luar negeri, dan sungai-sungai dilayari sehingga membawa daerah pedalaman Indonesia bersentuhan dengan pasar yang lebih luas.
Laut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Indonesia. Tdak heran, perahu menjadi metafora yang digemari dalam tradisi baca tulis di Indonesia, termasuk keseniannya. Angin musim, bertiup dari utara ke selatan khatulistiwa, telah memfasilitasi komunikasi di dalam negeri antar pulau dan dengan seluruh daerah maritim Asia. Sedangkan hujan yang hangat memberikan gizi yang cukup untuk kekayaan vegetasi.
Pada zaman dahulu, kayu dan rempah-rempah Jawa serta daerah kepulauan sebelah timur sangat terkenal di mancanegara. Juga hasil resin dari hutan khatulistiwa yang basah di pulau-pulau barat Sumatera dan Kalimantan. Tidak lama setelah permulaan era Kristen, barang sudah dikirim ke luar negeri, dan sungai-sungai dilayari sehingga membawa daerah pedalaman Indonesia bersentuhan dengan pasar yang lebih luas.
Asal mula Reog Ponorogo
Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak,
dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah
salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan
hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
Ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok , namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri raja Majapahit yang berasal dari Cina, selain itu juga murka kepada rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan di mana ia mengajar seni bela diri kepada anak-anak muda, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan kerajaan Majapahit kembali. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Kertabhumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya . Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat.
Ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok , namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri raja Majapahit yang berasal dari Cina, selain itu juga murka kepada rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan di mana ia mengajar seni bela diri kepada anak-anak muda, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan kerajaan Majapahit kembali. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Kertabhumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya . Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat.
Rabu, 15 Februari 2012
Langganan:
Komentar (Atom)

